NIKMAT AIR - INSPIRASI SYARIAH

Minggu, 27 September 2015

NIKMAT AIR

Air leding yang mengalir ke rumah saya bukan lagi payau. Tapi sudah berubah menjadi air asin. “Kalau masak sayur, tidak usah lagi di kasi garam. Sudah cukup dengan air leding saja”. Gurau isteri saya saat memasak di dapur.

Musim kemarau tahun ini memang benar-benar mengulur waktu. Hingga memasuki akhir bulan September 2015, hujan yang dinanti-nanti tak jua turun. Berbagai persoalan mulai bermunculan. Selain kabut asap yang semakin hari semakin pekat, persaoalan lain yang rutin datang di musim kemarau adalah persoalan ketersediaan air bersih.

Air leding dari PDAM Kota Pontianak  yang mengalir ke rumah-rumah penduduk sudah terintusi air laut. Rasanya tidak lagi tawar tapi berubah menjadi air payau, bahkan asin. Pemerintah Kota Pontianak tidak bisa bebuat banyak. Hanya bisa pasrah, menunggu “kemurahan” Allah, agar hujan segera turun.

Pak Walikota, Sutarmidji menyuruh masyarakat bersabar, karena pemerintah Kota Pontianak tidak bisa mengolah air asin menjadi air tawar.  Biaya yang di butuhkan untuk pembangunan dan tehnologi pengolahan air asin menjadi air tawar dinilai sangat  mahal, membutuhkan investasi sebesar 275 miliar.

Selain itu, Jika dihitung secara ekonomi, harga jual air bersih dari bahan baku air payau atau air asin bisa mencapai Rp.15 ribu per meter kubiknya. Berbeda dengan harga jual air bersih normal yang dipatok dengan harga Rp. 3.500 per meter kubiknya.  Jadi, Selisih harganya mencapai  Rp. 11.500/meter kubik [1].

Apakah harga tersebut terlalu mahal? Barangkali jika pertanyaan tersebut ditanyakan kepada semua warga disaat musim penghujan, Jawabannya pasti sama. Terlalu mahal. Tetapi, jika pertanyaan tersebut ditanyakan kepada semua warga Kota Pontianak yang saat ini sedang kesulitan mendapatkan air bersih. Harga tersebut pasti dibilang cukup murah.

Air adalah komponen utama dalam kehidupan manusia. Selain digunakan untuk mandi, memasak dan mencuci, Air menjadi komponen penting untuk dikonsumsi manusia. Manusia mungkin dapat hidup beberapa hari akan tetapi manusia tidak akan bertahan selama beberapa hari jika tidak minum air, karena  sudah mutlak bahwa sebagian besar zat pembentuk tubuh manusia itu terdiri dari 73% nya adalah air.
Sungai Kapuas, Sungai terpanjang yang air nya dinikmati oleh masyarakat Kota Pontianak

Begitu pentingnya air dalam kehidupan manusia, Pernah suatu hari seorang Khalifah Harun Al-Rasyid yang memiliki kekuasaan kerajaan yang luas, merasa kehausan. Dia meminta pelayanannya untuk mengambil segelas air. Maka bersegeralah seorang pelayan datang dengan membawa segelas air untuk Khalifah Harun Al-Rasyid, dan ketika ia bersiap untuk meminumnya, Abu As Sammak yang duduk di samping sang khalifah  berkata: “Tunggu sebentar wahai Amirul Mukminin, Saya ingin bertanya kepada anda;  Seandainya anda berada dalam keadaan kehausan yang tak tertahan lagi, tapi segelas air ini tak dapat anda temukan untuk anda minum, berapa harga yang bersedia anda bayar demi segelas air ini?”
“Saya akan menebusnya dengan Setengah dari kerajaan yang kumiliki,” ujar sang Khalifah, lalu langsung meminum segelas air tersebut.
Beberapa saat kemudian setelah sang Khalifah meminum segelas air tersebut, Abu As Sammak bertanya kembali.
“Seandainya apa yang telah anda minum tadi tidak dapat dikeluarkan kembali, sehingga mengganggu kesehatan anda. Berapakah biaya yang akan anda keluarkan untuk menebusnya?”
“Dengan seluruh kerajaan  yang aku miliki. “Jawab Khalifah Harun Al-Rasyid tegas.

Dari kisah Khalifah Harun Al-Rasyid ini kita bisa mengambil sebuah pelajaran, bahwasanya nikmat air yang Allah berikan kepada kita, itu sangat mahal harganya. Dengan setengah kerajaan yang dimiliki oleh Harun Al-Rasyid, dia mau menjualnya untuk mendapatkan segelas air demi mengobati rasa hausnya.
Nikmat terbesar yang Allah karuniakan kepada kita berupa air, seringkali lupa untuk kita syukuri. Kita baru tersadar, ketika kita merasa membutuhkannya. Masihkah kita menyombongkan diri atas kekayaan yang kita miliki? Atau masihkah kita terus bersikap kufur atas nikmat Allah yang diberikan kepada kita. Barangkali kita patut untuk merenungkan ayat terakhir dalam Surah Al-Mulk yang berbunyi : Katakanlah (Muhammad) : Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapa yang akan memberimu air yang mengalir?

[1] http://www.antarakalbar.com/berita/325449/pdam-pontianak-ubah-air-asin-jadi-tawar-butuh-rp275-miliar

Bagikan artikel ini

4 komentar

Berkomentar sesuai dengan topik, gunakan Name dan URL jika ingin meninggalkan jejak, link hidup dalam komentar dilarang, melanggar kami hapus